Breaking News
Loading...
Jumat, 19 Oktober 2012

Pengetahuan Dasar Teknik "Jumper"

20.27
Karena nampaknya bagian ini yg palling rame .... meskipun hal yg diuraikan disini bukan khusus untuk NOKIA, tapi saya posting aja disini yach

Sudah sewajarnya semua Teknisi Ponsel mempelajari Trick2x Jumper sebelum menggunakannya dan bahkan sdh sewajarnya jika seorang teknisi ponsel dapat membuat Trick Jumper sendiri sesuai masalah yg sedang dihadapinya ... Untuk itu diperlukan pemahaman dasar2x teori elektronika
( khususnya fungsi komponen ), mengerti & dapat menggunakan alat ukur ( utamanya multitester ) dan paham&dapat membaca Schematic maupun Component Placing.
Jika hal2x tsb sudah dikuasai maka seorang teknisi dapat memutuskan apakah sebuah trik jumper itu aman dan dapat digunakan untuk menyelesaikan kerusakan ponsel yg dihadapinya, dan bahkan tidak akan sulit untuk membuat trik jumper sendiri untuk menyelesaikan masalah kerusakan ponsel.


HAL UTAMA YG DIBUTUHKAN DALAM MEMAHAMI ATAU MEMBUAT TRIK JUMPER ADALAH MEMILIKI DAN MENGERTI "SCHEMATIC & COMPONENT PLACING" PONSEL !!!

Sebelum melangkah lebih lanjut, berikut saya coba uraikan komponen2x elektronika yg dapat atau tidak kita jumper ( short / By pass ) jalurnya :

Fuse / sekring : berfungsi membatasi arus listrik yang mengalir menuju suatu rangkaian elektronik. Jika arus yg melaluinya melampaui ambang batas yg ditentukan maka komponen ini akan terbakar dan putus sehingga arus berlebihan tidak dapat mengalir ke rangkaian elektronik. Hal tersebut dimaksudkan sebagai proteksi rangkaian sehingga suatu tegangan yg melebihi ambang batas tegangan kerja atau dengan arus berlebih tidak merusak komponen2x lain atau rangkaian elektronikanya. Arus berlebih dapat disebabkan adanya Short ( konsleting ) pada suatu jalur/hubungan antar komponen, dan dapat juga dikarenakan input tegangan yg terlalu besar >>> INGAT Arus itu = I = V/R ; dimana V=Tegangan ( Volt ) dan R=resistansi ( Ohm )

Contoh ......
Kasus : ponsel Yg saat di charge tidak memperlihatkan efek apapun, dimana indikator batere tidak turun-naik atau tidak muncul pesan apapun di layar ponsel. Maka hal utama yg harus diperiksa (selain charger maupun connector) adala Komponen Fuse/Sekring. Karena jika Fuse ini rusak/putus maka tidak akan ada tegangan yg mengalir ke rangkaian ponsel

Solusi : Dapat kita jumper/short/By-pass jalurnya sehingga tegangan secara langsung masuk ke rangkaian (tanpa menggunakan Fuse).
Perhatian : Kemungkinan penggunanan tegangan melebihi batas ambang kerja rangkaian haruslah jarang sekali terjadi jika kita hendak melakukan solusi jumper fuse !!! Jika tidak maka ponsel malah akan tambah rusak dikemudian hari akibat kelebihan arus kerja


Resistor : berfungsi untuk membatasi atau menghasilkan besaran arus listrik tertentu melalui nilai resistansi-nya masing2x. Oleh karena itu pada banyak kasus, komponen ini dapat diangkat ( tidak dipasang lagi ) utk kemudian di jumper/short pin/By-pass jalurnya,dengan syarat tidak menghubungkan jalur (+) dgn (-) atau digantikan dengan resistor lain yg cukup mendekati nilai resistansinya.

Contoh ........
Kasus : Switch On-off pada ponsel Nokia umumnya dihubungkan ke Resistor pembatas arus menuju PWONX IC UEM/Power. Nah ... jika resistor ini rusak/terbakar ( nilai resistansi menjadi sangat besar alias tidak terbatas ) atau resistor terangkat/terbang akibat "kecelakaan" saat proses bongkar-pasang Software On-Off, maka Arus trigger ( pd ponsel nokia umumnya menggunakan arus Grounding ) yg seharusnya mengalir ke IC UEM menjadi tidak ada sama sekali saat Switch On-Off ditekan. Alhasil .... Ponsel tidak mau Menyala

Solusi : kasus tsb dapat segera diselesaikan dgn jumper / short / By-pass jalurnya sehingga arus trigger yg diperlukan dapat mengalir secara langsung ke bagian PWRONX IC UEM/Power dan men-trigger rangkaian untuk menyala/bekerja.
Perhatian : Anda harus mengetahui & mengerti lebih lanjut rangkaian pada area kerja resistor, sehingga mengetahui fungsi lebih lanjut dari resistor tsb, sebelum memutuskan utk melakukan jumper. Jika tidak mengerti, maka rangkaian malah akan mendapatkan arus yg melebihi ambang batas kerja atau rangkaian malahan akan terhubung-singkat .... DAN MEMBAHAYAKAN Komponen serta rangkaian secara lebih luas !!!

DISTRIBUSI TEGANGAN DAN EFEK JUMPER
Sumber tegangan pada HP berasal dari BATT HP itu sendiri tentunya yg kemudian dialirkan ke beberapa part dalam hp seperti
  1. uem ( universal energy managemn ) fungsinya sbg penyuply power ke seluruh rangkaian base band dan RF regulator
  2. vibra ( alat getar )
  3. PA ( power amplifier )
  4. display
  5. diode light
Distribusi tegangan uem sebagai regulator base band diantaranya
  • vcore - vflash 1
  • vio - vana
  • vflash2 - vsim, vR, dll
Tapi yang kita bahas disini hanya vcore dan vio ( soalnya yang 2 ini yang paling sering bikin mumet )

1. Regulator dlm bentuk Vcore 
  • memiliki batas arus maximum 300ma
  • tegangan yg dikeluarkan 1,57 v dan 1,35 v
penjelasan ;
  • jika arus yg dialiri vcore telah melebihi ambang batas max yaitu 300ma akan mengakibatkan throuble pd hp misalnya pemakaian batt yg tidak sewajarnya (cepat habis), hp jd cepat panas lama kelamaan dapat merusak kmpnen UEM dan komp baseband yg dialiri oleh vcore Contoh UPP,IC sWiTCHING smps dll
  • tegangan yg dikeluarkan 1.57v & 1,35V mengapa ada 2 yah xixixiii
padahal sama2 vcore
1,57v ad vout pada saat hp aktif dan bekerja
1,35v ad vout pada saat hp dlm kondisi stanby, aktif namun tidak bekrja
( Lampu mati gampangnya tp hp tetap on loh )
jika kita mengukur vout vcore pd hp kemudian hasil yg kita dapatkan
tidak sesuai maka bisa di pastikan tuh uem dlm kondisi rusak 

2. Regulator dalam bentuk VIO
  • memiliki batas arus maksimum 150 ma
  • tegangan yang dikeluarkan 1,8 volt
penjelasan :
  • VIO merupakan tegangan yang di keluarkan oleh uem untuk dialirkan ke upp dan komponen2 data ( ic flash & RAM ) jika vio bermasalah atau arus yang dialiri vio melebihi ambang batas 150 ma dapat mengakibatkan hp matot, ic flash gak bs kedetek olh alat software
  • Tegangan yg dikeluarkan vio 1,8 volt dimana vio ini selalu berfungsi begitu hp diaktifkan

EFEK DARI JUMPER
YG BERHUBUNGAN DENGAN VCORE DAN VIO

- Contoh pada jumper tanpa menggunakan SMPS ( dng membuang SMPS lalu jumper langsung vcore>>>vio )
mungkin cara ini paling sering kita jumpai dalam bekerja sehari2 soalnya kebanyakan dengan trik ini kita sudah bisa menghasilkan duit xixixii
taukah anda efek dari jumper ini?????
menurut saya sih... ini menurut saya loh???
- pemakaian hp jelas gak maksimal ( batt cepat habis)
mengapa : karena liat aja vcore 1,57 v dan 1,35 v sementara vio 1,8 v dijumper gak sama kan,
secara otomatis distribusi tegangan oleh uem akan terganggu pastinya.
jadinya uem akan lebih bekerja keras dalam pemenuhan tegangan pada komponen yang dialiri ( vcore & vio)
timbul pertanyaan, tapi bagaimana jika kita menurunkan tegangan vio dari 1,8v ke 1,5 lalu di jumper ke vcore pasti lebih bagus kan hasilnya ?
jawabannya trus bagaimana dengan komponen yg memakai vio, bisa bekerja gak contoh yang paling jelas efek dr jumper ini dapat kita lihat dengan test menyalakan hp tersebut menggunakan.

POWER SUPPLY
  • Hp yang normal tanpa jumper pada saat di hidupkan ( tekan Sw on off ) pada skala arus power supply akan naik sekitar 0.04a
  • Hp yang sudah di jumper pada saat di hidupkan pada skala arus power supply akan naik sekitar 0.06-0.08a, mengapa ?
Ya iyalah tegangan outputnya dah beda belum lagibatas arus maksimum yg harus di aliri vio dan vcore yg berbeda kalau di jumper otomatis vio yg memiliki batas arus 150ma akan kesakitan nerima arus dari vcore yg lebih besar 300ma xixixii
Namun ada baiknya kita tahu cara kerja hp ( distribusi tegangan ) biar bisa kita jadikan pelajaran, biar kita gak selalu nerima aja trik jumper yg dikeluarkan orang2 luar negeri tanpa tahu efek yg ditimbulkan apalagi kalau menconteknya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Toggle Footer